Karier
Diperbarui 3 menit bacaSemua Level

Cara Negosiasi Gaji Tanpa Bikin Awkward

Riset salary range, framing pertanyaan, dan kapan waktu yang tepat membahas gaji.

Banyak orang merasa canggung membicarakan gaji, takut dianggap serakah atau khawatir tawarannya ditarik. Kenyataannya, negosiasi adalah hal yang wajar dalam proses rekrutmen, dan perusahaan umumnya sudah menyiapkan ruang untuk itu. Kandidat yang bernegosiasi dengan sopan dan berdasar data justru dianggap profesional.

Riset kisaran gaji lebih dulu

Jangan masuk negosiasi tanpa angka. Kumpulkan data dari beberapa sumber: situs lowongan dan panduan gaji, platform data gaji, komunitas profesi, dan teman di industri yang sama. Beberapa faktor memengaruhi angkanya:

  • Lokasi. Jakarta dan kota besar umumnya berbeda dari kota lain.
  • Ukuran dan tahap perusahaan. Startup, korporasi, dan BUMN punya struktur gaji berbeda.
  • Industri. Fintech dan teknologi cenderung berbeda dari ritel atau manufaktur.
  • Pengalaman dan kelangkaan skill. Keahlian yang jarang biasanya dihargai lebih tinggi.

Dari riset itu, tentukan tiga angka: batas bawah (paling rendah yang masih kamu terima), target (yang kamu inginkan), dan angka ideal (skenario terbaik). Dengan begitu kamu tidak panik saat ditanya.

Kapan membahas gaji

Idealnya, tunggu sampai perusahaan menunjukkan ketertarikan nyata, yaitu setelah kamu lolos tahap utama, atau saat HR membuka topik kompensasi. Semakin kuat posisimu (mereka sudah memutuskan menginginkanmu), semakin besar daya tawarmu.

Namun, kalau lowongan atau HR meminta ekspektasi gaji sejak awal, jangan menghindar. Jawab dengan rentang yang sudah kamu riset, bukan dengan "terserah perusahaan", karena jawaban itu membuatmu rentan ditawar rendah.

Cara menyampaikan ekspektasi

Sebut rentang dengan batas bawah yang masih nyaman buatmu, karena perusahaan biasanya akan menawar dari angka terendah. Bila ditanya gaji terakhir, kamu tidak wajib menyebutnya. Kamu bisa mengalihkan dengan sopan: "Saya lebih ingin fokus pada nilai yang bisa saya berikan di posisi ini dan kisaran yang sesuai pasar."

Lihat total paket, bukan hanya gaji pokok

Gaji pokok hanya satu bagian. Pertimbangkan juga:

  • bonus tahunan atau bonus tanda tangan (signing bonus);
  • tunjangan kesehatan, termasuk untuk keluarga;
  • opsi saham atau program kepemilikan, terutama di startup;
  • fleksibilitas kerja jarak jauh atau hybrid;
  • anggaran pelatihan dan pengembangan;
  • jumlah cuti dan hari libur tambahan.

Kalau perusahaan tidak bisa menaikkan nominal gaji, kamu masih bisa bernegosiasi untuk fleksibilitas kerja, anggaran pelatihan, tinjauan gaji lebih cepat (misalnya setelah 6 bulan), atau pilihan proyek.

Hal yang sebaiknya dihindari

  • Mengancam akan mundur kalau kamu belum siap benar-benar mundur.
  • Berbohong soal tawaran lain. Hal ini bisa dicek dan merusak kepercayaan.
  • Terlihat terlalu putus asa, karena daya tawarmu langsung turun.
  • Langsung menerima di tempat. Kamu berhak meminta waktu untuk mempertimbangkan.
  • Bernegosiasi lewat pesan singkat yang ambigu. Untuk hal penting, minta penawaran tertulis.

Kalimat yang aman untuk meminta waktu: "Terima kasih atas tawarannya. Boleh saya pertimbangkan dan memberi kabar paling lambat hari Jumat?"

Kalau tawaran akhir masih di bawah harapan

Sampaikan apresiasi lebih dulu, lalu jelaskan dasar permintaanmu dengan tenang: "Saya menghargai tawarannya. Berdasarkan riset dan pengalaman saya, angka X lebih sesuai. Apakah masih ada ruang untuk menyesuaikan?" Setelah itu, dengarkan jawabannya. Putuskan dengan membandingkannya dengan batas bawah yang sudah kamu tentukan, bukan berdasarkan emosi.

Kesimpulan

Negosiasi gaji adalah percakapan profesional, bukan konfrontasi. Lakukan riset, tentukan tiga angka, sampaikan dalam bentuk rentang, pertimbangkan total paket, dan minta waktu sebelum memutuskan. Persiapan juga dimulai dari awal: CV yang kuat meningkatkan daya tawarmu. Cek panduan CV ATS untuk memastikan pencapaianmu tampil dengan jelas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah wajib menyebut gaji terakhir?
Tidak wajib. Kamu bisa mengalihkan percakapan ke ekspektasi gaji berdasarkan riset pasar dan nilai yang kamu berikan. Bila HR tetap menanyakan, jawab seperlunya dan kembali ke kisaran yang kamu inginkan.
Berapa besar kenaikan yang wajar saat negosiasi?
Tidak ada angka baku, tergantung industri, level, dan kondisi perusahaan. Gunakan data pasar sebagai dasar, bukan persentase acak, dan pastikan kamu bisa menjelaskan alasannya.
Apakah negosiasi bisa membuat tawaran dibatalkan?
Sangat jarang selama dilakukan dengan sopan dan berdasar data. Perusahaan sudah memilihmu dan umumnya menyiapkan ruang untuk negosiasi. Risiko lebih besar muncul kalau kamu mengancam atau berbohong.
Kapan sebaiknya menyebut angka lebih dulu?
Kalau perusahaan menanyakannya dan kamu sudah riset, sebutlah rentang. Kalau belum ditanya, tunggu sampai mereka menunjukkan ketertarikan yang jelas atau membuka topik kompensasi.