TIU
3 menit bacaModul 3 dari 8Menengah

TIU Verbal: Trik Analogi, Silogisme, dan Penalaran Analitis

Rumus kalimat penghubung untuk analogi, pola silogisme yang pasti benar, kesalahan logika yang sering menjebak, dan cara membuat tabel soal analitis.

Soal verbal di TIU menguji cara berpikir runtut menggunakan kata. Tiga tipe yang paling sering muncul adalah analogi, silogisme, dan analitis. Ketiganya punya pola yang bisa dilatih, sehingga skor verbal biasanya bisa naik lebih cepat dibanding numerik.

Analogi: buat kalimat penghubung

Analogi meminta kamu menemukan pasangan kata dengan hubungan yang sama. Triknya: buat satu kalimat yang menghubungkan pasangan pertama, lalu uji kalimat itu ke setiap opsi.

  • Contoh: Petani : Cangkul. Kalimatnya: petani bekerja menggunakan cangkul. Uji ke opsi: penulis bekerja menggunakan pena (cocok), dokter bekerja menggunakan rumah sakit (kurang tepat, rumah sakit adalah tempat).
  • Jika lebih dari satu opsi cocok, pertajam kalimatnya. Misalnya alat utama, bukan sekadar alat. Opsi yang tetap cocok dengan kalimat paling spesifik adalah jawabannya.
  • Hubungan yang sering keluar: pelaku dan alat, bahan dan hasil, bagian dan keseluruhan, sebab dan akibat, tingkatan (gerimis, hujan, badai), serta fungsi.
  • Perhatikan urutan. Jika soal berbentuk A : B, opsi juga harus berurutan sama. Opsi yang terbalik adalah jebakan klasik.

Silogisme: pola yang pasti benar

Silogisme menguji penarikan kesimpulan dari premis. Aturan emasnya: kesimpulan hanya boleh berasal dari premis, bukan dari pengetahuan umummu, meskipun premisnya terdengar aneh.

  • Semua A adalah B. Semua B adalah C. Kesimpulan: semua A adalah C.
  • Semua A adalah B. Sebagian C adalah A. Kesimpulan: sebagian C adalah B.
  • Semua A adalah B. X bukan B. Kesimpulan: X bukan A.
  • Jika p maka q. p terjadi. Kesimpulan: q terjadi (modus ponens).
  • Jika p maka q. q tidak terjadi. Kesimpulan: p tidak terjadi (modus tollens).
  • Jika p maka q. Jika q maka r. Kesimpulan: jika p maka r.

Negasi yang wajib hafal

  • Negasi dari semua A adalah B adalah ada (sebagian) A yang bukan B.
  • Negasi dari ada A yang B adalah semua A bukan B.
  • Negasi dari jika p maka q adalah p dan tidak q.
  • Negasi dari p dan q adalah tidak p atau tidak q. Negasi dari p atau q adalah tidak p dan tidak q.

Analitis: pindahkan ke tabel

Soal analitis berisi banyak syarat, misalnya urutan duduk, jadwal, atau peringkat. Kesalahan terbesar adalah mencoba menyelesaikannya di kepala. Gunakan kertas buram yang disediakan.

  1. Gambar kerangkanya dulu: kursi berjajar, kolom hari, atau urutan peringkat.
  2. Masukkan syarat yang pasti lebih dulu, misalnya "B duduk di kursi paling kanan".
  3. Lanjutkan dengan syarat relatif, misalnya "A di sebelah kiri C", dan tulis kemungkinan yang tersisa.
  4. Uji opsi jawaban ke tabel. Sering kali kamu tidak perlu menyelesaikan seluruh susunan: cukup coret opsi yang melanggar syarat.

Soal analitis termasuk yang paling memakan waktu. Jika setelah satu menit belum menemukan titik terang, tandai ragu, isi jawaban sementara, dan kembali di akhir. Strategi waktu lengkapnya ada di modul manajemen waktu.

Contoh soal & pembahasan

Pilih jawabanmu dulu, lalu cocokkan dengan pembahasannya.

  1. Contoh 1

    PENA : MENULIS = … : …

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: C

    Buat kalimat penghubung: pena adalah alat untuk menulis.

    Uji ke opsi: kuas adalah alat untuk melukis (cocok). Gunting : kertas adalah alat dan objeknya, petani : sawah adalah pelaku dan tempat, buku : perpustakaan adalah benda dan tempat, guru : murid adalah hubungan antarpelaku.

    Trik cepat: Ubah pasangan kata menjadi satu kalimat, lalu tempelkan kalimat itu ke setiap opsi.

  2. Contoh 2

    Semua pegawai yang disiplin mendapat bonus.

    Sebagian pegawai bagian keuangan disiplin.

    Kesimpulan yang paling tepat adalah …

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: B

    Polanya: Semua A adalah B. Sebagian C adalah A. Kesimpulannya: sebagian C adalah B.

    A = pegawai disiplin, B = mendapat bonus, C = pegawai keuangan. Jadi sebagian pegawai keuangan mendapat bonus.

    Opsi D terdengar logis, tetapi premis tidak menyebut apa pun tentang pegawai keuangan yang tidak disiplin, sehingga tidak bisa dipastikan.

    Trik cepat: Kata sebagian di premis membuat kesimpulan juga memakai kata sebagian. Jangan menambah informasi di luar premis.

  3. Contoh 3

    Andi, Budi, Citra, Dimas, dan Eka duduk berjajar di lima kursi dari kiri ke kanan.

    Budi duduk paling kanan. Eka duduk tepat di tengah. Citra duduk tepat di sebelah kiri Budi. Andi tidak duduk paling kiri.

    Siapa yang duduk paling kiri?

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: C

    Isi syarat yang pasti dulu: Budi di kursi 5, Eka di kursi 3.

    Citra tepat di kiri Budi, berarti Citra di kursi 4. Kursi 1 dan 2 tersisa untuk Andi dan Dimas.

    Andi tidak paling kiri, jadi Andi di kursi 2 dan Dimas di kursi 1. Susunannya: Dimas, Andi, Eka, Citra, Budi.

    Trik cepat: Gambar lima kotak di kertas buram, isi syarat pasti lebih dulu, baru syarat relatif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja jenis soal TIU verbal?
Yang paling sering muncul adalah analogi, silogisme (penarikan kesimpulan), dan penalaran analitis seperti urutan duduk atau jadwal.
Bagaimana cara cepat mengerjakan soal analogi?
Buat satu kalimat yang menghubungkan pasangan kata pertama, lalu uji kalimat itu ke setiap opsi. Jika lebih dari satu cocok, buat kalimatnya lebih spesifik.
Bolehkah memakai pengetahuan umum saat menjawab silogisme?
Tidak. Kesimpulan hanya boleh ditarik dari premis yang diberikan, meskipun premis itu terdengar tidak masuk akal.